Selasa, 29 Agustus 2017

6 Elemen Ruangan Kantor yang Produktif


Tidak semua kantor berlokasi di satu atau dua lantai tertentu gedung pencakar langit di jantung ibukota. Beberapa perusahaan memusatkan kegiatan operasionalnya di sebuah ruko, rukan, atau rumah di tengah kompleks perumahan.

Di manapun sebuah perusahaan berlokasi, yang terpenting adalah kenyamanan tempat kerja sehingga para pekerja akan merasa nyaman bekerja dan betah berlama-lama ada di kantor untuk lembur. Ada kantor yang menyediakan fasilitas area hiburan dan bermain, sehingga para pekerja yang merasa penat bisa langsung melepaskan kejenuhan mereka pada hal-hal yang menyenangkan. Semua fasilitas diberikan semata-mata untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif untuk seluruh karyawan. Namun, tidak sedikit juga perusahaan yang terbatas dalam bujet operasional, sehingga dinilai tidak memungkinkan untuk mendesain kantor semewah itu.

Apakah sebuah kantor yang nyaman wajib memiliki area hiburan dan bermain? Nyatanya tidak juga. Artikel ini akan membahas beberapa kriteria ruangan kantor yang nyaman dan produktif, dan area hiburan tidak termasuk di dalamnya!

1. Kontrol kebisingan
Bekerja di rumah atau di ruangan kantor, sangat mungkin Anda dikelilingi kebisingan baik itu dari anak-anak kecil, kendaraan lalu lalang, suara binatang peliharaan, atau malah bising karena rekan kerja yang senang bercengkerama. Padahal, meredam dan mengontrol kebisingan di tempat bekerja sangatlah penting untuk produktivitas Anda.

Apa yang dimaksud dengan kontrol kebisingan mungkin akan berbeda-beda untuk berbagai usaha, dan cara menanggulanginya pun berbeda-beda pula. Bisa dengan menginstal panel peredam suara di mana kebisingan sering bersumber, atau mungkin sama-sama sepakat membuat peraturan untuk tidak bersuara yang terlalu keras.

2. Pencahayaan yang baik
Elemen kedua dari ruang kerja yang produktif adalah pencahayaan yang baik. Pencahayaan yang baik berarti tidak terlalu terang, dan juga tidak terlalu redup. Sebuah studi menyatakan bahwa warna lampu untuk penerangan yang paling baik adalah yang berwarna paling mirip dengan cahaya alami di siang hari, bukan putih, atau kuning. Anda bisa menggunakan jenis lampu daylight CLF. Jenis lampu ini meniru warna cahaya matahari semirip mungkin dan juga sangat hemat energi.

Jika sulit membuat pencahayaan seperti demikian, menggunakan jenis lampu warna putih seperti pada umumnya pun tak apa. Yang pasti, selalu terangi ruangan kerja Anda dengan cukup sumber pencahayaan agar karyawan dapat bekerja dengan maksimal.

3. Pertimbangan ergonomis
Produktivitas Anda hanya dapat berjalan selama kondisi fisik Anda dapat menunjang aktivitas pekerjaan Anda. Setelah 6 atau 7 jam bekerja, pundak Anda akan terasa kebas dan pegal. Kemudian sakit kepala dan pusing dapat melanda diri Anda, sementara pekerjaan yang perlu Anda selesaikan masih menumpuk di meja kerja.

Mengeluarkan sedikit biaya untuk memastikan posisi meja dan bangku sudah sesuai dengan peletakan layar dan papan ketik bukanlah suatu hal yang sulit dilakukan. Bukankah yang terpenting adalah produktivitas dan rasa nyaman karyawan?

4. Penataan yang cermat
Tidak mungkin seorang karyawan akan selalu duduk di bangkunya selama 8 jam sehari. Kadang-kadang orang perlu bergerak untuk berkoordinasi dengan rekan kerjanya, menghadap atasan, menghadiri meeting, atau sekadar berjalan ke mesin fotocopy. Untuk itu, pikirkan juga keleluasan bergerak ketika menata ruangan kerja. Hindari meletakkan kursi dan meja terlalu dekat dengan dinding atau sudut ruangan.

5. Work stations  sesuai tugas
Beberapa kantor mengusung tema free desk. Siapapun dapat memilih meja sesuai keinginannya setiap hari, sehingga meja tidak diatur sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. Seorang admin bisa saja duduk di sebelah seorang akuntan dan manajer, dan sebagainya.

Mungkin penataan tempat duduk seperti ini dinilai menarik, namun tahukah Anda bahwa ruang kerja yang ideal adalah pengaturan tempat duduk berdasarkan tugas? Akan lebih efektif (dan produktif) ketika peralatan bagian marketing dikumpulkan menjadi satu dan ditempatkan di mana mereka duduk, dibanding harus mencampur pen tablet milik desainer dan kalkulator milik akuntan di satu work station.

6. Temperatur ruangan yang sesuai
Hal yang tidak boleh dlupakan sebagai kriteria ruang kerja produktif adalah suhu ruangan. Jangan biarkan ruangan kerja terasa panas dan gerah. Dalam keadaan seperti ini, jangankan untuk bekerja, untuk nyaman dengan diri saja mungkin tidak bisa.

Pasang AC dan set temperatur yang sesuai, yaitu sekitar 20-19 derajat. Begitu krusialnya kehadiran AC, ketika ada sedikit saja kerusakan, hendaknya Anda segera mencari pihak reparasi AC profesional. Untuk Anda yang berdomisili di Jakarta Barat, Anda dapat langsung menghubungi jasa service AC Jakarta Barat
Share:

0 komentar:

Posting Komentar